Iblis Dalam Cermin
Iblis dalam Cermin: Renungan Gelap tentang Manusia, Ketundukan , dan Ilusi Sosial Prolog Sunyi: Dari Sebuah Tatapan Kosong Di suatu ruang kuliah yang dingin dan terang, saya duduk menyimak seseorang berbicara tentang "nilai kedisiplinan mahasiswa." Katanya, siapa yang sering absen, nilainya bisa dikurangi. Saya menoleh ke sekitar, semua tampak mengangguk: setuju, pasrah, atau sekadar malas memikirkan. Tapi ada sesuatu yang menolak tunduk dalam benakku. Bukan tentang absensi, bukan tentang nilai. Tapi tentang satu pertanyaan kecil yang membesar diam-diam: Apakah keterlibatan selalu berarti kebenaran? Dari ruang itulah kegelisahanku mengalir. Tentang sistem. Tentang ilusi disiplin. Tentang bagaimana manusia lebih takut dinilai oleh manusia lain ketimbang dihakimi oleh Tuhannya. Dan dari keresahan itu, saya mulai bertanya lebih jauh: Apakah yang disebut sebagai kebaikan manusia… benar-benar murni dari kesadaran, atau hanya produk dari ketakutan akan ditinggalkan? K...