Besty
Apakah anda memiliki teman dekat? Besty? Atau sejenisnya?
Tidak menutup kemungkinan juga bahwa anda tidak memiliki itu, karena anda lebih
fokus pada diri anda dan karir anda. Tapi apakah pernah anda berfikir bahwa
sebenarnya teman atau besty sering mengotori pola pikir anda? Anda terkadang
tidak menyadari orang yang dekat dengan anda tanpa ikatan di awal sebagai teman
atau besty memiliki kedekatan yang cukup dalam dengan anda. Sehingga tanpa anda
sadari, anda lebih sering meminta saran dan bercerita tentang keluh kesah anda
pada mereka. Sering anda membuat sebuah kesalahan dengan memilih untuk
terkontaminasi dengan saran dan pemikiran dari mereka yang anda anggap dekat
dengan anda. Dalam konteks ini yang saya maksud bukanlah keluarga anda, karena
keluarga anda akan memberikan saran dan alternatif solusi yang akan membangun
anda. Yang saya maksud dalam konteks besty atau teman dekat anda yang toxic.
Mengapa saya berkata demikian? Tidak menutup kemungkinan besty adalah sekutu
yang akan selalu mendukung anda meski anda berbuat suatu kesalahan dengan
catatan, anda diharuskan memberikan keuntungan untuknya. Keuntungan dalam hal
apa? Keuntungan dalam berbagai macam hal, mulai dari keuntungan finansial,
keuntungan psikologi, keuntungan berupa pertolongan jika dia membutuhkan anda,
dan sejenisnya.
Dalam teori interpersonal attraction menjelaskan perasaan positif dan
sikap yang dimiliki individu terhadap satu sama lain. Ini adalah sejauh mana
orang menyukai, mengagumi, dan tertarik satu sama lain. Daya tarik ini bisa
didasarkan pada berbagai faktor, termasuk daya tarik fisik, kesamaan, kedekatan,
dan keakraban. Interpersonal attraction memainkan peran penting dalam membentuk
dan mempertahankan hubungan, baik hubungan yang bersifat platonis maupun
romantis, karena itu memengaruhi siapa yang kita pilih sebagai teman, pasangan,
dan kenalan. Dalam bahasa sederhananya ialah komunikasi antara pribadi
(interpersonal) atau komunikasi yang melibatkan dua orang atau lebih, yang
secara fisik berdekatan dalam menyampaikan serta menjawab pesan-pesan secara
verbal maupun non-verbal. (Brehm&Kassin, 1993)
Dalam
teori interpersonal attraction atau ketertarikan interpersonal terdapat the
role of rewards, dimana seperti yang saya jelaskan bahwa besty mendekat dan mau
menerima setiap keluh kesah anda dan juga memberikan dukungan fiksi
(membelokkan kenyataan atau fakta) pada anda, hanya dengan harapan memperoleh
the role of rewards. Dimana daya tarik merupakan dasar dari pengalaman yang
menyenangkan pada seseorang, daya tarik yang menyenangkan tersebut dihasilkan
dari respon emosional yang positif. Yang mana dapat meningkatkan ketertarikan
mereka pada anda, dalam konteks the role
of rewards mereka yang merupakan besty anda akan mendapatkan reward atau
imbalan dari anda secara langsung maupun melalui asosoasi. Fritz Heinder,
(1992) menjelaskan balance theory dimana orang menginginkan adanya konsistensi
hubungan antara pikiran, perasaan, dan hubungan sosial dimana hubungan yang
balance terjadi jika terjadi reciprocity (timbal balik) antara orang-orang yang
terlibat dalam hubungan tersebut. Dengan kata lain, jika terjadi kesesuaian
antara pikiran, perasaan, dan tindakan di antara individu dalam suatu hubungan,
maka hubungan tersebut akan dianggap seimbang dan stabil.
Sebagai contoh, ketika anda memiliki teman dekat yang
notabennya adalah besty anda. Kita anggap kita sedang membicarakan besty yang
toxic, karena potensi besty yang baik untuk menjadi toxic ada pada angka 23%
dan itu angka yang sangat kecil untuk dibahas lebih dalam. Pada suatu waktu
anda dalam kondisi yang cukup tertekan dan cukup melelahkan, dan anda tidak
menginginkan keluarga anda ikut menderita mendengar cerita anda. Apa yang akan
anda lakukan? Ya, benar sekali. Anda akan menceari pendengar diluar lingkungan
keluarga anda, siapa pendengar yang saya maksud? Ya, dia adalah besty anda. Ketika
anda telah selesai dengan kebutuhan anda dan anda mendapatkan dukungan fiksi
(membelokkan fakta / kenyataan) dan validasi dari besty anda, anda akan
merasakan kondisi nyaman dan tenang. Namun pernahkah terfikir, jika anda tidak
memberikan kontribusi dalam keseharian besty anda, anda akan didengar seperti
biasanya? Anggap saja ketika anda selesai dengan kebutuhan anda pada besty
anda, anda pulang dan seperti tidak terjadi apa-apa.
Pada suatu momen besty anda membutuhkan bantuan anda,
kita anggap kondisinya sama seperti anda yang membutuhkan validasi dan dukungan
moral fiksi tadi. Anda yang notabennya sibuk dengan pekerjaan atau tugas kuliah
pasti merasa bahwa dia datang meminta bantuan pada waktu yang tidak tepat, dan
anda terlanjur tidak bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan dari besty anda.
Apakah yang akan terjadi? Pada awalnya besty anda hanya akan memaklumi hal
tersebut, namun apa yang terjadi jika kontribusi anda dia nilai tidak terlalu
signifikan dalam kehidupannya? Apakah dia akan tetap membantu anda? Apakah dia
tidak berpotensi membuang anda?
Dalam contoh kasus lain, ketika besty anda sedang dalam
kondisi kekurangan finansial, dia akan meminjam uang pada anda tanpa berfikir
bahwa anda belum bekerja. Apa yang mendorongnya melakukan itu pada anda? Dia
berfikir bahwa dia dan anda adalah besty yang harus siap membantu apapun
kondisinya. Bahkan ketika anda dan besty anda sama-sama seorang pekerja, tidak
menutup kemungkinan ada prinsip, siapa yang mengajak untuk nongkrong adalah
yang membayar semua tagihan. Bukankah itu semua didasarkan dari keuntungan pada
teori liking.
Teori
Liking adalah salah satu teori dalam psikologi sosial yang menjelaskan bahwa
kita cenderung lebih menyukai orang yang memberikan kita penghargaan atau
hadiah daripada orang yang tidak melakukannya. Teori ini pertama kali diajukan
oleh Theodore Newcomb pada tahun 1956. Menurut teori ini, ketika seseorang
memberikan kita penghargaan atau hadiah, kita cenderung akan merasa lebih
positif terhadap mereka dan mengembangkan perasaan simpati atau kasih sayang
terhadap mereka. Selain itu, teori ini juga menyatakan bahwa semakin besar atau
semakin berharga hadiah yang diberikan seseorang kepada kita, semakin besar
pula kemungkinan kita untuk menyukainya. Dengan kata lain, penghargaan atau
hadiah yang lebih besar dapat meningkatkan tingkat kedekatan atau kecenderungan
kita untuk menyukai seseorang.
Apakah anda pernah merasa keberatan dengan permintaan
dari besty anda? Apakah anda pernah berfikir ketika anda menolak permohonan
besty anda, anda merasa tidak enak? Apakah anda pernah berfikir, sampaikapan
besty anda akan bertahan dengan anda? Bahkan hubungan yang anda jalin dengan
besty anda bisa dikatakan sejak zaman anda sekolah dasar sampai sekarang pun
jika dia sekarang toxic, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan tetap
menemaninya? Apakah anda tidak takut tertular ketoxican dari besty anda?
Saya ambil contoh, besty anda masih menginginkan balikan
dengan mantannya, namun sekarang besty anda menjadi simpanan dari pria yang
telah memiliki pasangan. Bukankah dari situ pola pikir besty anda toxic? Saya
umpamakan juga ketika anda menganggap mantan anda besty, dan sering
menceritakan keluh kesah anda kepada mantan anda yang anda anggap besty tadi,
bukankah itu suatu kesempatan untuk dia masuk mengambil hati anda? Bukankah
anda akan kehilangan sesuatu yang berharga jika anda mengikuti saran dari besty
anda? Kemana jati diri dan niat anda diawal?
Kurang lebih seperti itu, semakin anda berpotensi
menguntungkan atau bermanfaat bagi besty anda baik dari segi psikologi, fisik,
dan sejenisnya semakin besty anda akan menempel pada anda. Apakah saya salah?
Contoh sederhana saja, sudah berapa banyak besty yang meninggalkan anda ketika
anda sudah tidak berkontribusi lagi pada hidupnya? Apakah masih belum ada?
Ataukah masih ada tapi hanya beberapa? Orang yang anda anggap sebagai besty dan
sering mendengarkan keluh kesah anda, katakanlah dia sefrekuensi dan sekondisi
dengan anda. Ketika anda mencapai frekuensi optimal anda dan kondisi terbaik
anda, dalam artian anda mencapai suatu puncak validasi diri anda sendiri oleh
diri anda sendiri, sedangkan besty anda belum mencapai itu. Apakah anda yakin
besty anda akan tetap mau menemani anda? Katakanlah besty anda membenarkan
perselingkuhan selagi belum dalam konteks pernikahan, sedangkan anda menentang
pola pikir itu. Apa yang akan terjadi, permusuhan bukan? Ketertarikan besty
anda pada anda sudah tidak ada lagi karena dukungan moral dari anda sudah tidak
dia dapat sesuai dengan harapannya.
Ketika anda menceritakan masalah anda dengan pasangan
anda pada besty atau teman lawan jenis, jika anda beruntung, maka anda akan
mendapat saran yang membangun, bukan malah saran yang berlabel menyalahkan
tindakan anda. Namun jika anda kurang beruntung, maka itu kesempatan bagi lawan
jenis anda untuk mendekati anda dan mengambil keuntungan dari kondisi anda.
Bukankah anda sudah dewasa? Lantas mengapa anda dengan polosnya mengiyakan itu
semua? Mengapa anda tidak bisa berfikir bahwa sebenarnya hubungan besty itu
tidak ada? Yang ada hanyalah saling memanfaatkan bukan? Naluri manusia adalah
mencari sekutu sebanyak mungkin, jika individu tersebut tidak layak menjadi
sekutu yang memberikan dukungan, makan individu tersebut akan disingkirkan dan
manusia akan mulai mencari penggantinya. Pada balance theory terdapat reciprocity (timbal balik), ketika besty atau teman anda tidak mendapatkan itu maka
interpersonal
attraction tidak akan terjadi,
dan anda tidak akan menarik lagi untuk menjadi sekutu mereka.
Pertemanan
yang toxic
dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku kita secara negatif. Seorang teman
yang toxic
sering memberikan saran yang meragukan atau mengalihkan perhatian kita dari
hal-hal yang penting. Dan
cenderung mendorong bias untuk lebih mengaburkan pemikiran kita yang
sebenarnya, sehingga tidak jarang anda yang mendapat saran dari besty atau
mantan yang anda anggap sebagai teman lebih cenderung untuk membenarkan saran
tersebut tanpa memikirkan aspek penting lainnya. Saya
sangat menyadari betapa pentingnya untuk mengenali adanya pertemanan yang toxic
dalam kehidupan kita. Ini memainkan peran besar dalam menjaga kesejahteraan
emosional dan psikologis kita. Pertemanan toxic bisa memiliki dampak yang
sangat negatif bagi pola pikir, perilaku, dan kesejahteraan kita secara
keseluruhan. Saya merenungkan bagaimana pengaruh saran-saran yang meragukan
atau perasaan ketergantungan yang tidak seimbang bisa berdampak buruk pada kehidupan
sehari-hari. Saya menyadari bahwa dalam konteks pertemanan, hal ini bisa
membuat kita terjebak dalam hubungan yang toxic karena mencari dukungan atau
validasi dari teman tanpa mempertimbangkan dampak negatifnya. Hubungan pertemanan yang didasari oleh
harapan keuntungan tertentu bisa berisiko menjadi beracun dan tidak seimbang.
Saya berpikir tentang bagaimana teman yang hanya mendekati kita karena harapan
mendapatkan keuntungan tertentu mungkin tidak akan memberikan dukungan yang
sejati atau bahkan menjauhkan diri ketika keuntungan tersebut tidak terpenuhi. Hubungan yang sehat terjadi saat ada timbal
balik antara pikiran, perasaan, dan tindakan di antara individu yang terlibat.
Dalam pertemanan toxic, keseimbangan ini seringkali tidak tercapai, sehingga
menyebabkan ketidakseimbangan dan ketidakstabilan dalam hubungan.
Pentingnya untuk mengenali
pertanda-pertanda pertemanan yang toxic. Dalam perjalanan hidup ini, kita
sering terjebak dalam hubungan yang tidak seimbang, di mana harapan keuntungan
tertentu membutakan kita terhadap dampak negatif yang mungkin timbul. Namun,
saya juga menyadari bahwa memiliki hubungan yang sehat adalah kunci untuk
kesejahteraan emosional dan psikologis kita.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan beri pendapat anda pada kolom komentar