Sosial Anxiety

 Pernahkah anda merasa ketakutan atau kecemasan yang berlebihan dalam situasi sosial atau saat berinteraksi dengan orang lain? Atau pernahkah anda khawatir akan dipermalukan, dihakimi, atau ditolak oleh orang lain?atau bahkan anda pernah merasakan beberapa kondisi mulai dari keringat dingin, gemetar, jantung berdebar, hingga serangan panik saat berhadapan dengan orang lain?

Sosial Anxiety atau kecemasan sosial adalah pengalaman yang cukup umum bagi banyak orang di seluruh dunia. Hal ini bisa mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, mulai dari pekerjaan hingga hubungan pribadi. Orang yang mengalami sosial anxiety mungkin merasa terisolasi atau terbatas dalam kesempatan sosial mereka karena ketakutan akan reaksi negatif dari orang lain. Meskipun bagi beberapa orang, kecemasan sosial mungkin hanya merupakan tantangan ada gejala yang sesekali muncul bagi yang lain, itu bisa menjadi kondisi yang parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari. Itu sebabnya penting untuk mengenali tanda-tanda kecemasan sosial dan mencari bantuan dari profesional kesehatan mental jika diperlukan. Memang benar dengan dukungan yang tepat, banyak orang dapat belajar untuk mengelola kecemasan sosial mereka dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Namun disini saya akan mengajak anda untuk mandiri, bagaimana itu terjadi?

Selama ini anda berfikir bahwa semua orang selalu mengamati anda dan menghakimi anda, tapi kenyataanya tidak kebanyakan orang tidak terlalu memperhatikan anda seperti yang anda kira. Kita ambil contoh, pernahkah anda melakukan suatu kesalahan kecil? Apakah individu dimana anda melakukan kesalahan kecil tersebut terus mengingatnya untuk beberapa hari kedepan? Tidak, mengapa demikian? Mereka pada dsarnya hanya fokus pada diri mereka sendiri dan pada hal – hal yang menguntungkan mereka. Disamping itu juga karena kecenderungan unik dari manusia kebanyakan akan melupakan hal – hal tersebut dalam 30 menit karena dinilai tidak menguntungkan mereka (Tuan Liebert, 2023).

Mengapa anda harus selalu memikirkan pendapat orang lain? Mengapa anda harus khawatir dengan kondisi orang lain? Mengapa anda harus memikirkan kenyamanan orang lain? Kenapa anda tidak lebih fokus saja mengembangkan diri anda? Harusnya anda hanya perlu fokus pada kepentingan anda, tanpa harus mengkhawatirkan itu semua. Memang terlihat mudah jika hanya diucapkan, tapi bukankah anda merasa kesulitan untuk melakukan itu?

Sekarang coba anda pkirkan kembali, apakah benar orang di lingkungan kerja dan lingkungan di luar rumah anda benar – benar memperhatikan dan peduli dengan anda? Lantas mengapa anda harus mendengarkan dan mengikuti pendapat orang di ligkungan tersebut? Mengapa anda berusaha menjadi baik di depan mereka?

Lakukan saja apa yang menurut anda benar selagi belum keluar dari norma dan agama, jangan menjadi orang yang tidak enakan. Mengapa? Jika anda menjadi orang yang tidak enakan, hidup anda akan selalu diatur oleh mereka dan selalu bergantung pada pandangan mereka. Untuk apa anda bergetar dan tidak percaya diri ketika dihadapan mereka? Bukankah mereka bukan siapa – siapa anda dan bahkan mereka tidak akan memperdulikan anda meski anda mendapat sebuah musibah yang besar sekali pun. Apa peduli mereka pada anda ketika anda berada pada habitat asli anda?

Kita ambil contoh anda yang sedang berkuliah, mendapatkan tugas membuat makalah, dan diberi kesempatan untuk mempresentasikan isi makalah anda di depan kelas. Kebanyakan mahasiswa kelahiran 2003 – 2004 pasti mengalami serangan panik dan kecemasan sosial, dikarenakan mereka baru pertama kali ini mendapatkan tanggung jawab sebesar itu. Ada beberapa yang memiliki dorongan untuk melawan itu dengan benar – benar mempelajari isi makalahnya, ada beberapa yang hanya sekedar menjelaskan sambil membaca, ada beberapa yang full membaca, dan ada juga yang hanya pasrah pada teman satu tim mereka untuk mempresentasikan dan menanggapi pertanyaan dari audienc, juga masih banyak lagi.

Gejala dari Sosial Anxiety atau kecemasan sosial sering anda rasakan dalam kondisi – kondisi seperti contoh diatas, karena anda menganggap diri anda mendapatkan tanggung jawab yang besar, dan terkadang juga mengkhawatirkan peilaian dari orang lain. Lakukan saja, terjang semuanya, memang benar jika anda mahasiswa kemampuan presentasi sangat mempengaruhi nilai akhir. Tapi apakah anda mengerti bahwa itu opsional? Kemampuan presentasi anda hanya akan berwujud nilai saat akhir semester, dan apakah anda yakin mampu mengaplikasikan itu jika anda sedang berhadapan bukan dengan teman sekelas anda? Lantas apa yang mempengaruhi anda sehingga berada pada kondisi Sosial Anxiety atau kecemasan sosial?

Sosial Anxiety atau kecemasan sosial muncul pada diri individu karena individu tersebut merasa bahwa dirinya membawa sebuah tanggung jawab besar. Tanggung jawab disini adalah sebuah pandangan, nama baik, label, dan sejenisnya. Anda merasa bahwa semua itu penting bagi hidup anda, penilaian orang lain, labeling dari orang lain, dan sejenisnya anda anggap sebagai kebutuhan anda sehingga memicu anda takut untuk melakukan sebuah kesalahan.

Saya umpamakan tulisan saya ini. Apakah saya berhenti menulis karena sedikit pengunjung dan pembaca pada situs saya? Tidak. Apakah saya berhenti menulis karena menganggap semua tulisan saya selama ini tidak menarik dimata pembaca? Tidak, saya tetap menulis. Saya tetap membagikan semua apa yang saya ketahui. Saya tidak takut untuk diberi label negatif atau mendapatkan pandangan jelek dari pembaca. Anggap saja para pembaca menganggap saya sok tahu, terlalu tinggi pembahasannya, dan sejenisnya. Apakah saya peduli akan hal itu? Tidak, karena ini hobi saya.

Mengapa anda tidak sedikit berfikir bahwa apa yang anda lakukan sekarang sebenarnya tidak berpengarus pada orang lain, mengapa anda selalu berkata ”aku tidak enak kalau seperti itu, malu, sungkan, gk enakan, dan sejenisnya”? Karena anda pada dasarnya takut akan hujatan negatif yang keluar dari mulut teman, atau orang sekitar anda. Apa sebenarnya hujatan itu merugikan anda? Bagi sebagian orang memang merugikan jika dalam konteks pekerjaan dan anda melakukan kesalahan. Labeling sangat berpengaruh pada konteks itu. Jika hanya dalam konteks pertemanan dan hubungan sekedar kolega pada sebuah organisasi kemasyarakatan atau organisasi sosial, mengapa anda sangat takut untuk mendapat label negatif? Apa pengaruhnya saya tanya?

Ada beberapa lingkungan kerja seperti bank, dan sejenisnya yang mengharuskan karyawan harus memenuhi jangka waktu tertentu untuk memiliki pasangan. Pada lingkungan seperti itu anda wajib menyembunyikan pasangan anda karena memiliki pengaruh besar untuk karir anda. Jika sekarang saya balik, anda yang notabennya hanya mengikuti organisasi sosial dan kemasyarakatan tanpa ada persyaratan seperti tadi, mengapa anda masih menyembunyikan pasangan anda? Anda pasti berargumen dalam pikiran anda. Apakah anda berfikir ada mantan anda dalam organisasi tersebut, sehingga membuat anda malu? Malu akan hal apa? Apakah anda berfikir jika rekan satu organisasi dengan membully dan meroasting anda? Mengapa anda tidak nyaman? Pasti ada alasan lain yang sekarang muncul dalam pikiran anda.

Dari sekian banyak perumpamaan di atas, jika anda melakukannya secara tidak sadar, berarti anda sedang dalam fase menuju kebohongan dan mulai meninggalkan jati diri anda. Jati diri anda sebenarnya bukanlah yang diatur oleh semua hujatan orang lain, jati diri anda adalah kebebasan. Mana kebebasan dalam diri anda? Pada kenyataannya anda sendirilah yang membatasi kebebasan anda sendiri. Anda menciptakan berbagai kondisi dengan berbagai dorongan pandangan dan labeling dari orang lain,. Pada dasarnya, anda tidak takut untuk dibully, dan di roasting. Anda hanya tidak nyaman saja hidup dalam kondisi dimana setiap orang menyakan itu kepada anda.

Mengapa anda berusaha menjawab dan merespon itu semua? Kenapa tidak anda abaikan saja. padadasrnya, manusia akan meninggalkan anda jika anda mengabaikan mereka, karena itu sudah merupakan sifat alami mereka. Lakukan saja tanpa harus berfikir demikian, dan anda akan bisa fokus pada hal yang membangun anda. Disini konsep yang harus anda tahu adalah seni mengabaikan, karena seni mengabaikan itu sangat penting dalam menghadapi Sosial Anxiety atau kecemasan sosial.

Konsep dasar dari seni mengabaikan adalah abaikan semua yang tidak menguntungkan dan tidak merugikan anda. Hujatan, labeling, penilaian, dan sejenisnya dari orang lain apakah merugikan bagi anda jika tidak dalam konteks tertentu? Apakah menguntungkan anda?

Apakah merugikan? Tidak, karena selama ini anda hidup ikut keluarga dan sekarang mulai mandiri. Anda tetap sehat dan bisa beraktifitas normal bukan meski anda mendapatkan labeling dan sejenisnya tadi. Apakah menguntungkan? Tidak juga, karena beberapa hujatan bisa menjadi alaram pengingat bagi kita untuk memperbaiki kesalahan, jika hujatan dan penilaian itu dalam konteks ejekan, bullyan, roastingan, dan sejisnya, jika anda makan dan terima mentah – mentah apakah menguntungkan? Jelas tidak, karena anda akan merasa rendah diri dan mulai tidak yakin dengan diri anda sendiri. Ketika anda memasuki fase rendah diri karena ejekan tersebut, anda akan mudah untuk dimanfaatkan individu yang seakan – akan mendukung anda. Padahal semua itu sudah rencana mereka untuk memanfaatkan anda demi kepentingan mereka sendiri.

Dalam hidup ini, kita sering kali terjebak dalam perangkap kecemasan sosial, merasa terkekang oleh pandangan dan penilaian orang lain. Namun, dalam perjalanan menuju kesejahteraan mental dan kebebasan diri, kita perlu belajar seni mengabaikan, mengabaikan hal – hal yang tidak memberi manfaat dan hanya merugikan kita. Kita harus memahami bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada persetujuan orang lain, tetapi dalam kesadaran diri dan keberanian untuk hidup sesuai dengan nilai – nila dan kepentingan pribadi kita.

Dengan melepaskan diri dari belenggu kecemasan sosial, kita dapat menemukan kekuatan untuk mengejar impian kita tanpa rasa takut akan hujatan atau penilaian negatif. Kita dapat merangkul jati diri kita yang sejati, tanpa perlu menyamar atau berpura-pura menjadi seseorang yang kita tidak.

Jadi, mari kita berani menjelajahi dunia dengan mata yang terbuka dan hati yang penuh keberanian. Mari kita hidup secara autentik, tanpa terlalu memperhatikan suara-suara negatif di sekitar kita. Kita semua layak untuk meraih kebahagiaan dan kesejahteraan mental. Dan ingatlah, dalam kehidupan ini, yang paling penting adalah menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri, tanpa perlu takut atau malu menjadi siapa kita sebenarnya.

Selamat menemukan kebebasan dan kedamaian dalam diri sendiri. Semoga kita semua dapat melangkah maju dengan penuh keyakinan dan keberanian.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan

Perspectives 12

Perspectives 4: DIBALIK SEBUAH TABIR