Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

Perspectives 12

Menulis—sebuah kesenangan yang tak pernah saya duga akan menemukan jalannya—menjadi pelarian yang memikat setelah saya masuk ke lingkungan perkuliahan. Sebelumnya, saat bekerja, waktu saya begitu sempit hingga tidak ada ruang untuk hobi atau aktivitas yang sebenarnya bisa memberi saya rasa puas. Lima tahun lamanya saya membuang-buang waktu pada kegiatan yang hanya menguras tenaga dan biaya, tetapi tidak memberikan dampak berarti—seakan semuanya hanya sekadar rutinitas kosong. Namun, dalam enam bulan terakhir ini, saya menemukan waktu untuk benar-benar menyelami dunia baru yang sebelumnya saya abaikan, dunia perkuliahan. Di sana, saya menemukan mata kuliah filsafat yang, tanpa saya sadari, mengubah cara saya memandang banyak hal. Setiap kali merenung tentang apa yang saya pelajari, saya merasa bahwa pemahaman saya tentang dunia ini berubah. Namun, ada yang mengganjal. Saya mulai mengaplikasikan pemikiran filsafat itu dalam pekerjaan saya sebagai pengawas di agensi makanan dan minuman te...

Perspectives 11

Saya bukanlah seseorang yang puitis. Anda tahu itu, kan? Saya tak punya kemampuan merangkai kata seperti mereka yang mampu membuat puisi indah dan memukau. Coba lihatlah, untuk menulis puisi yang benar-benar bermakna, seseorang harus memiliki pembendaharaan kata yang luar biasa, sering membaca, dan terbiasa mengikuti berbagai lomba hanya untuk melihat dan memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam karya mereka. Semua itu membutuhkan usaha, bukan? Anda pasti tahu itu. Tapi, apakah Anda pernah merasa takut untuk memulai sesuatu hanya karena Anda merasa tidak akan pernah cukup baik? Bukankah itu yang selalu terjadi pada kita? Bayangkan jika saya tetap takut untuk membuat puisi. Saya akan terus terjebak dalam keraguan, tidak pernah berani mencoba. Dan Anda tahu, itu adalah hal yang paling mudah dilakukan, bukan? Menghindari kegagalan dengan tidak pernah mencoba. Tetapi, apakah Anda merasa itu benar? Tidak mencoba hanya karena takut gagal? Bukankah itu cara yang biasa digunakan orang-orang unt...

Perspectives 10

Manusia selalu berusaha memahami dirinya dalam konteks sosial. Sejak lahir, kita telah diprogram untuk mencari penerimaan, merasakan kehangatan dari keberadaan orang lain, dan menyesuaikan diri dengan lingkungan. "Gregariousness," sebutan untuk naluri sosial manusia, bukan sekadar kebutuhan, tetapi juga jerat yang tak terlihat—sebuah ilusi kebebasan yang menyelimuti realitas sesungguhnya (R. Wahyu Widodo, S.Psi.,M.Si, 2022). Sekarang, pikirkanlah. Seberapa sering keputusan yang anda ambil benar-benar milik anda sendiri? Saat anda tertawa di tengah percakapan, apakah itu karena kebahagiaan sejati atau karena otak anda menginstruksikan bahwa itulah respons sosial yang diterima? Ketika anda memilih pakaian, apakah itu cerminan gaya pribadi atau hanya kepatuhan terhadap norma yang ditanamkan sejak lama? Setiap gerakan anda, setiap kata yang anda ucapkan, adakah yang benar-benar lahir dari kehendak bebas? Festinger (1957) dalam teori disonansi kognitif mengungkapkan bahwa manu...

Perspectives 09

Apakah Anda Benar-Benar Memiliki Kendali? Keinginan Anda bukan milik Anda—itu adalah bisikan dari sesuatu yang lebih gelap, lebih primitif. Manusia memiliki keinginan yang bersifat irasional. Namun, pernahkah Anda bertanya mengapa demikian? Pernahkah Anda merasakan dorongan yang tak bisa dijelaskan, seakan ada kekuatan yang menggerakkan Anda di luar kendali rasionalitas? Anda mungkin percaya bahwa keputusan-keputusan yang Anda buat didasarkan pada pertimbangan logis dan matang. Tapi, bagaimana jika saya katakan bahwa itu hanyalah ilusi? Bahwa rasionalitas Anda bukanlah kendali sejati, melainkan sekadar alat pembenaran dari insting yang lebih mendasar, lebih liar, lebih primitif. Dalam filsafat vitalisme, kenyataan sejati tidak dikendalikan oleh akal, melainkan oleh energi, daya, kekuatan—nafsu yang bersifat irasional. Nietzsche (1886/2002) menyebutnya sebagai "Will to Power," kehendak untuk berkuasa, dorongan mendasar yang menuntun manusia bukan ke arah kebenaran, melaink...